RENUNGAN MINGGU MISERICORDIAS DOMINI - BERGEMBIRA DI DALAM TUHAN

19 Apr 2026 Pdt. Erwin Jansen Marpaung, S.Th Habakuk 3 : 10 – 19

"Nabi Habakuk berfokus pada transisi dari ratapan atas dosa bangsa Yehuda, yang timbul dari kemerosotan rohani dan hukuman atas umatNya, berubah menjadi suatu sukacita yang menggembirakan atas bangsa-Nya melalui campur tangan Tuhan Allah. "

Habakuk 3 : 10 – 19

Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan Allah berdaulat atas apa yang dikerjakan umat-Nya, dengan tidak membiarkan kehancuran bagi umat-Nya sebagai umat yang telah Dia pilih, melainkan kedaulatan-Nya terjadi melalui kebesaran kuasa-Nya dalam menyelamatkan umat-Nya, demikian dikatakan dalam ayat 13 “ Engkau berjalan maju untuk menyelamatkan umat-Mu, untuk menyelamatkan orang yang Kau-urapi. Engkau meremukkan bagian atas rumah orang-orang fasik dan Kau-buka dasarnya sampai batu yang penghabisan “. Dalam hal ini, Tuhan Allah tetap menunjukkan kemuliaan-Nya melalui kasih sayang-Nya tanpa harus menghitung kesalahan yang telah dikerjakan umat-Nya.

Tindakan Tuhan Allah ini memberikan sebuah deskripsi bagi nabi Habakuk dalam menyatakan transformasi dirinya, dimana nabi Habakuk yang dulunya dikatakan sebagai nabi yang penuh dengan keluhan dalam hidupnya, namun sekarang sudah menjadi nabi yang penuh iman. Bukti yang bisa kita lihat, dimana nabi Habakuk dapat menceritakan kebesaran edaulatan-Nya yang meliputi :

1. Diri Allah itu sendiri

Bagi Habakuk, diri Tuhan Allah itu dikatakan sebagai Allah sumber kekuatan sejati, dimana Tuhan Allah perduli dengan penderitaan umat-Nya; sebagai Allah yang adil, dimana Dia memberi keadilan tidak membiarkan kehidupan umat-Nya diinjak-injak, dan juga sebagai Allah yang kudus dan setia, dimana umat-Nya dipanggil untuk hidup dalam kekudusan iman. Atas diri- Nya ini, kegentaran terjadi atas ciptaan-Nya, seperti gunung-gunung gemetar, air bah menderu lalu, samudera raya memperdengarkan suaranya dan mengangkat tangannya (ay. 10); Matahari, bulan berhenti di tempat kediamannya, karena cahaya anak-anak panah-Mu yang melayang laju, karena kilauan tombak-Mu yang berkilat (ay.11); Dalam kegeraman Engkau melangkah melintasi bumi, dalam murka Engkau menggasak bangsa-bangsa (ay. 12); Engkau menusuk dengan anak panahnya sendiri kepala laskarnya, yang mengamuk untuk menyerakkan aku dengan sorai-sorai, seolah-olah mereka menelan orang tertindas secara tersembunyi (ay.14); Dengan kuda-Mu, Engkau menginjak laut, timbunan air yang membiuh (ay.15). Dalam semua ayat ini, hak mutlak Tuhan Allah berkuasa tinggi dengan menundukkan segala ciptaan-Nya dan juga segala yang berkuasa di dunia ini tanpa terkecuali.

2. Pekerjaan-Nya

Dalam ayat 16 - 17 ini, ada hal yang terjadi, dimana perkataan “gemetar hatiku, menggigillah bibirku, tulang-tulangku seakan kemasukan sengal, dan gemetar tempat aku berdiri” dan pohonara tidak berbunga, ladang tidak menghasilkan bahan, kambing domba dan sapi terhalau kurungan”. Semua perkataan ini berlalu oleh karena tekad yang ditimbulkan dari iman sejati nabi Habakuk dalam mengandalkan Dia, sehingga membawa nabi Habakuk percaya dan mengakui pekerjaan Tuhan Allah terhadap umat-Nya. Kenyataan yang terjadi dimana umat-Nya dan diri-nya merasakan kemenangan yang tidak terkatakan oleh sukacita dan kekuatan yang diberikan oleh Tuhan Allah (ay. 18-19).

Maka dari itu, satu hal yang mau ditekankan bagi kita, bahwa Iman Sejati itu bukan datang dari penetapan dan pengangkatan sebagai umat-Nya dan juga bukan materi, melainkan datang dari ketaatan dalam pengenalan dan pengakuan akan karya Tuhan Allah yang kita terima, yaitu firman-Nya, sehingga apapun yang terjadi dalam kehidupan ini, pasti hati kita akan selalu gembira, sebab kita dimampukan untuk melihat keselamatan-Nya karena Dia selalu bersama kita. -Pdt. EJM-

Renungan Lainnya
29 Mar 2026
Berjalan dalam Terang
Yohanes 8:12